Senin, 22 Juli 2024

Video Kades Tolak Tanda Tangan Rekomendasi Warganya Heboh Beredar

Jumat, 14 Juli 2023 | 20:10
Laporan: Hamid Toliu
Video Kades Tolak Tanda Tangan Rekomendasi Warganya Heboh Beredar
Potongan gambar saat sang Kades Tuweya, Kecamatan Wanggaras saat marah kepada warganya, Jumat (14/07/2023)

KLIKINDONESIA [POHUWATO] - Video Kepala Desa Tuweya, Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo di duga mempersulit warganya untuk urusan administrasi permintaan tanda tangan dengan salah satu warganya viral dan beredar serta menjadi sorotan.

Dalam video berdurasi 4 menit 11 detik itu, memperlihatkan seorang perempuan yang mendatangi rumah kepala desa dan ingin meminta menandatangani surat pengantar pinjaman uang ke salah satu bank, namun diduga Kades itu menolak untuk menandatangani surat pengantar tersebut.

Pada saat perempuan menyerahkan surat pengantar, Kepala Desa justru secara gamblang mempertanyakan pengakuan perempuan tersebut, apakah dia (perempuan) mengakui dirinya sebagai kepala desa.

"Kamu sudah mengakui ti Aya sebagai Kepala Desa?” tanya sang Kades, pada video yang beredar Jum'at, 14 Juli 2023.

“Maksudnya?” tanya perempuan itu kembali.

"Iyakan, diluar sana sampe-sampe dukungan kemana-mana, itu menandakan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengakui ti Aya sebagai Kepala Desa, jadi buat apa mo minta tanda tangan sama kepala desa, tidak perlu," ucap Kades.

"Owh, berarti saya tidak perlu minta tanda tangan ini?" jawab perempuan dalam video itu ke kepala desa.

Kepala Desa yang tersulut emosi sambil menyebut beberana nama yang belum mengakui dirinya sebagai Kades.

"Kamu khan tidak mengakui saya sebagai kepala desa, ini ngana pe papa sendiri saja masih saja baku kumpul dengan te cunu (di duga salah satu masyarakat desaTuweya)," tutur Kades.

"Berarti saya tidak bisa mo minta tanda tangan li Aya," tanya perempuan itu lagi.

"Terserah kamu, silahkan kamu melapor, kalo kamu tidak mengakui saya sebagai kepala desa, buat apa saya tanda tangan. Kalo mau jujur 200 orang lebih saya layani so boleh, karena itu yang hanya mengakui saya sebagai kepala desa," kata Kades tegas kepada perempuan itu.

"Berarti hanya 200 orang masyarakat itu yang ti Aya mo layani," tanya perempuan itu lagi dengan berani.

"Iya, karena cuma itu yang mengakui saya sebagai kepala desa, yang lain-lain ini...termasuk papa mu sendiri, kamu ini hanya di provokasi oleh orang-orang yang sakit hati dengan saya," ucap sang Kades.

"Begini saja Aya, ti Aya mo tanda tangan ini atau tidak?” tanya perempuan itu lagi.

"Kita mo tanya dulu, kamu mengakui kita kepala desa atau tidak?" tanya sang Kades kembali.

"Kalau saya tidak mengakui ti Aya sebagai Kepala Desa, tidak mungkin saya datang, dan minta tanda tangan li Aya," ujar perempuan itu lagi meyakinkan kepala desa.

"Jangan karena kamu penting mau minta tanda tangan kepala desa baru kamu mengakui kita kepala desa, sementara diluar sana masih timbul begini begini," ucap Kades yang dikutip dari video singkat tersebut.

Entah apa motif sehingga sang Kades tak mau menandatangani surat pengantar salah satu warganya tersebut, ataukah mungkin masih ada pengaruh dendam yang tersembunyi pada pesta demokrasi pemilihan kepala desa kemarin.

Untuk membuktikan kebenaran dari video itu, awak media berupaya menghubungi sang Kades dan mempertanyakan perihal video yang telah dikirimkan berulang-ulang tersebut.

Saat dikonfirmasi soal video tersebut, Kepala Desa Tuweya, Adam Saidi Daud mengaku bahwa ia dijebak oleh masyarakat tersebut.

"Kalau mau tanda tangan saya mau, jangan sampai hanya di provokasi oleh orang-orang luar dari desa sini. Ada kepentingan kemarin tidak terpilih, jadi orang luar memprovokasi untuk mengobati mereka punya sakit hati," tutup sang Kades tanpa mengurai apa yang menjadi sengketa dalam video itu.

Sampai berita ini ditayangkan, awak media sementara menghubungi instansi terkait untuk mendapatkan konfirmasi atas kondisi Kades yang viral di video singkat itu.*

Kirim Komentar

Berita Lainnya