Jumat, 19 April 2024

Proyek Investasi di PTPN IV Unit Kebun Bah Birong Ulu Diduga Asal Jadi

Azis: Manajemen PTPN IV Tindak Tegas Terhadap Vendor yang Tidak Bertanggungjawab

Senin, 01 April 2024 | 20:35
Laporan: Edy Trianto
Proyek Investasi di PTPN IV Unit Kebun Bah Birong Ulu Diduga Asal Jadi
Kondisi jalan di PTPN IV Unit Kebun Bah Birong Ulu, Kecamatan Sidamanik, kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, terlihat mengkhawatirkan. Pemerhati publik menyoroti pelaksana proyek.

SIMALUNGUN, SUMUT [KLIKINDONESIA]

Pengerjaan proyek peningkatan mutu dan kualitas infrastruktur di PTPN IV Unit Kebun Bah Birong Ulu, Kecamatan Sidamanik, kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, terlihat mengkhawatirkan. Meski baru selesai dikerjakan, cor beton jalan yang menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperlancar akses transportasi warga, sudah terlihat mulai rusak kembali.

Saat melintas di simpang menuju Kebun Bah Birong Ulu, tampak batuan kerikil yang baru saja dikerjakan telah mulai rusak dengan kerikil menonjol di atasnya. Ini menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh pihak vendor terkesan asal jadi.

Yudi, salah satu bagian pengawas Teknik dari pihak Perkebunan PTPN IV Kebun Bah Birong Ulu, yang merupakan proyek menggunakan uang Negara, membenarkan bahwa cor beton yang baru dikerjakan oleh vendor tersebut sudah mulai mengalami kerusakan.

Namun, dia menjelaskan bahwa pengerjaan cor beton tersebut dilakukan dalam tiga tahap, dengan tahap ketiga direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ini.

Dari penjelasannya, pengerjaan cor beton yang baru selesai dilakukan, memiliki panjang 538 meter untuk tahap pertama, 360 meter untuk tahap kedua, dengan lebar 5 meter dan ketebalan 25 cm.

Azari Nasution, Pemerhati Kebijakan Publik, menyayangkan lemahnya pengawasan dari pihak perkebunan Bah Birong Ulu dan manajemen PTPN IV Medan terhadap vendor yang mengerjakan proyek tersebut. Dia mengkritik bahwa proyek yang diduga asal jadi ini sudah mengalami kerusakan meskipun baru saja selesai dikerjakan. Nasution menekankan bahwa uang yang digunakan adalah uang negara, bukan milik pribadi, dan harus digunakan dengan baik untuk kepentingan masyarakat.

"Saya menuntut manajemen PTPN IV untuk mengambil tindakan tegas terhadap vendor agar uang negara digunakan dengan benar, bukan hanya dihambur-hamburkan tanpa manfaat yang nyata bagi masyarakat setempat," tegasnya.

Upaya untuk mengonfirmasi masalah ini kepada Manager Kebun Bah Birong Ulu, Arma Mulia Sirait, tidak membuahkan hasil. Tidak ada jawaban baik melalui telepon seluler maupun pesan WhatsApp pada Senin (1/4/24).*

Berita Terkait

Kirim Komentar

Berita Lainnya